“Lagi…!” manja Maria menunjuk pada anak-anak kecebong yang bersembunyi di kali irigasi. Tenggelamlah kemudian tubuh Aris secara sukarela. Tak mengapa celana dan bajunya kuyup dihujam arus. Situasi ini jelas dilihat Naim dan Ahmed dari balik semak. Mengintai penuh rencana.
Aris memang menyukai Maria. Perasaannya sering dia tunjukkan secara berlebihan di hadapan teman-teman mereka. Entah dengan membelikannya jajanan, atau pura-pura menuntun saat menyeberang. Hal yang terlalu awal dilakukan untuk seumuran anak kelas tiga SD seperti mereka.
“Betul kan, nggak pake celana dalam!”